Ini adalah penggalan kalimat dalam novel terbarunya Habiburrahman el Shirazy -Ketika Cinta Bertasbih- (ketika Azzam memberi nasihat pada Fadhil temannya yang patah hati karena wanita yang dicintainya disunting pria lain).
"Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak. Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan diterima dan ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya. Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah. Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah denganNya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu. Kecuali kamu sendiri yang berpisah dariNya. Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla.'
Renungan Hamba
Friends
Welcome
Blog Archive
-
▼
2009
(24)
- ▼ 06/28 - 07/05 (2)
- ► 06/21 - 06/28 (7)
- ► 05/31 - 06/07 (1)
- ► 05/24 - 05/31 (2)
- ► 05/17 - 05/24 (1)
- ► 05/10 - 05/17 (1)
- ► 05/03 - 05/10 (9)
- ► 04/26 - 05/03 (1)
Labels
Message
Tak kusangka diriku bisa bertemu dengan-Mu, Rasanya seperti bermimpi tapi ini bukan mimpi
Sungguh diriku malu, ketika aku bertemu dengan-Mu
Aku malu, karena aku manusa bodoh yang tidak punya apa - apa
Aku malu karena aku manusa lemah yang tidak berdaya
Tapi, diri-Mu s’lalu mencintaiku,
Menyayangiku dan s’lalu dekat bersamaku
Sehingga hidupku menjadi berubah,
Itu semua karena dirimu
Sungguh setelah aku bertemu dengan-Mu,
Hidupku menjadi bahagia, karena cintamu hanya untukku dan
Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan s’lalu mencintai-Mu,
Menyayangi-Mu, dan slalu dekat bersama-Mu selalamanya.....
Ya Allah,
Tuhan yang mengutus Baginda Rasulullah terkasih
Palingkanlah selalu hati kami hanya kepada Engkau dan Rasul-Mu
Janganlah biarkan kebencian merasuk di hati kami
Meski terbersit sekedar sekejap waktu
Ya Allah,
Tuhan Yang Maha Memelihara setiap insan
Betapa kami lupa untuk selalu melihat ke dalam diri
Semut di seberang begitu terang dalam pandangan
Sedangkan gajah di pelupuk mata sedikitpun tak teramati
Ya Allah,
Terlalu lama kami lupa ‘tuk kembali
Selalu terbuai dengan nikmatnya egoisme diri
Padahal kubur kami senantiasa menanti
seolah kematian berada digenggaman kami
Ya Allah,
Tuhan Yang berkuasa menyelamatkan nabi Yunus dari gelapnya perut ikan
Tuhan yang berkuasa mendinginkan api yang membakar Sayyidina Ibrahim ‘alaihissalam
Keluarkan kami dari kehinaan memperturutkan hawa nafsu
Keluarkan kami dari cinta dunia yang mencegah kami menggapai taat
Selamatkan kami dari derasnya arus kebencian para pendengki
Hujani kami dengan butiran hidayah dan Rahmat dari-Mu